Wadah digital masyarakat desa untuk berbagi informasi, potensi, dan berinteraksi
Memuat jadwal...
Desa Wonorejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki latar belakang sejarah panjang seiring perkembangan wilayah pedesaan di kawasan lereng pegunungan.
Berdasarkan cerita lisan yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh desa, wilayah Wonorejo pada awalnya merupakan kawasan hutan lebat yang mulai dibuka oleh para perintis desa sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, diperkirakan pada kisaran tahun 1900-an. Pembukaan lahan ini bersamaan dengan semakin terbukanya wilayah pedalaman Malang untuk kegiatan pertanian.
Pada masa tersebut, masyarakat membuka lahan secara swadaya untuk dijadikan ladang, sawah, dan permukiman sederhana guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Nama Wonorejo berasal dari kata wono yang berarti hutan dan rejo yang bermakna ramai, makmur, atau sejahtera. Nama ini mencerminkan kondisi awal wilayah berupa hutan sekaligus harapan para pendahulu agar desa ini berkembang menjadi pemukiman yang subur dan memberikan kesejahteraan bagi warganya.
Tokoh-tokoh pendiri Desa Wonorejo dikenal sebagai para sesepuh yang pertama kali menetap dan membuka hutan. Meskipun nama-nama mereka tidak tercatat secara tertulis, cerita tentang perjuangan mereka tetap disampaikan dari generasi ke generasi.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, terbentuklah tatanan kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah, terutama dalam kegiatan pertanian, pembangunan fasilitas umum, serta pelaksanaan tradisi dan kegiatan keagamaan.
Dalam perkembangannya, Desa Wonorejo kemudian ditetapkan sebagai satuan pemerintahan desa secara administratif dan dipimpin oleh kepala desa, sehingga sistem pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan desa dapat berjalan lebih terstruktur.
Berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, sarana irigasi, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah dilakukan secara bertahap untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, Desa Wonorejo terus berkembang dengan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat, didukung oleh kondisi alam yang subur serta sumber daya manusia yang ada. Nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Desa Wonorejo.
⬅️ Geser / Drag gambar untuk memutar ➡️
...
Memuat video...
Memuat berita...
Peluang kerja dan pemberdayaan masyarakat
Memuat lowongan...